Di fasilitas xref terdapat fasilitas bind untuk mengambil data gambar xref untuk agar masuk kedalam gambar yang mengambilnya (current drawing) untuk memudahkan gambar dibawa atau dikirim ke customer atau client dimana jikalau menggunakan xref data gambar akan terbagi dalam beberapa file.
Pada gambar kerja, revisi merupakan sebuah kegiatan yang sulit dihindari. Hal ini seringkali menyebabkan terjadinya ketidak cocokan keterangan/anotasi di gambar kerja. Dimana biasanya paling tidak ada 3 tempat untuk keterangan revisi. Yaitu :
- Etiket (Title Block)
- Revision History
- Area Gambar Kerja
Hal ini tentunya menyulitkan drafter/engineer pada saat ingin mengganti revisi number karena ada 3 tempat yang harus di update manual secara bergantian. Untuk mengatasi masalah ini kita bisa gunakan fasilitas sheet set dan field yang ada di AutoCAD. Berikut caranya :
1. Untuk attribute pada default gunakan Field baik itu yang berada pada block revision tag, etiket/title block maupun reivison history kemudian pilih CurrentSheetRevisionNumber. Perhatikan gambar dibawah ini:
2. Save Layout ke dalam sheet set manager
3. Untuk mengganti revision number klik kanan icon layout yang terdapat pada sheet set manage dialog box kemudian pilih properties.
4. Isi Revision Number sesuai dengan perubahan yang terjadi pada gambar.
5. Kemudian save drawing maka keterangan yang ada di tiga tempat berbeda akan terupdate secara otomatis.
Semoga bisa bermanfaat. Dan jikalau ada pertanyaan dan keperluan untuk training silahkan kontak udaaf@yahoo.co.id atau hub. 0817 9870990 / 021-92031733
Program ini dibuat karena ada permintaan dari kawan dimana data dalam bentuk notasi angka ingin dijumlahkan tanpa menggunakan kalkulator. Bisakah ? jawabnnya tentu bisa jikalau kita bisa membuat pemrograman di AutoCAD. Berikut codingnya
Berikut coding untuk membuat cones dan bentangannya :
;; Program membuat cones dan bentangannya
;; Version : 1.0
;; Created by : Afrizanirman
;; Date : 25 Nov 2011
;; email : udaaf@yahoo.co.id
;; Telp : 0817 9870990 / 021 92031733
;Global Variable untuk mengkonversi degree ke dalam radian
(defun DTR (x)
(* PI (/ x 180.0))
) ;defun
;Global Variable untuk mengkonversi radian ke dalam degree
(defun RTD (x)
(* x (/ 180.0 PI))
) ;defun
(defun c:cones (/ A B D Th E PT0 PT1 PT2 PT3 PT4 C alpha SB tetha PTD PTD1 PTD2 PTD3 PTD4)
;Mengambil Inputan
(setq A (getreal “\nMasukan Data ID Bagian Bawah:”)
B (getreal “\nMasukan Data ID Bagian Atas:”)
D (getreal “\nMasukan Tinggi Cones:”)
Th (getreal “\nMasukan Thickness:”)
)
;Mengolah Inputan Data
(setq oldOsnap (getvar “OSMODe”))
(setvar “OSMODE” 0)
(setq E (- (/ A 2) (/ B 2))
PT0 (getpoint “\nTentukan Titik Peletakan Cones:”)
PT1 (list (- (car PT0) (/ A 2)) (cadr PT0))
PT2 (list (+ (car PT0) (/ A 2)) (cadr PT0))
PT3 (list (- (car PT0) (/ B 2)) (+ (cadr PT0) D))
PT4 (list (+ (car PT0) (/ B 2)) (+ (cadr PT0) D))
C (sqrt (+ (expt D 2) (expt E 2)))
) ;setq
;Mencari sudut kemiringan
(setq alpha (atan (/ D E)))
;Mencari Radius Blanking
(setq SB (/ (/ A 2) (cos alpha)))
;Mencari Sudut Blanking
(setq tetha (* (/ (/ A 2) SB) 360.0))
;Membuat 2D model using AutoLISP
(command “PLINE” PT1 PT3 PT4 PT2 “C”)
;Mencari titik peletekan blanking
(setvar “osmode” oldosnap)
(setq PTD (getpoint “\nTentukan Titik Peletakan Development:”))
(if (<= tetha 180.0)
(progn
(setq ang (+ 180.0 (/ (- 180.0 tetha) 2))
PTD1 (polar PTD (DTR ang) (- SB C))
PTD2 (polar PTD (DTR ang) SB)
PTD3 (polar PTD (DTR (+ ang tetha)) (- SB C))
PTD4 (polar PTD (DTR (+ ang tetha)) SB)
) ;setq
) ;progn
(progn
(setq ang (+ 90.0 (/ (- 360.0 tetha) 2))
PTD1 (polar PTD (DTR ang) (- SB C))
PTD2 (polar PTD (DTR ang) SB)
PTD3 (polar PTD (DTR (+ ang tetha)) (- SB C))
PTD4 (polar PTD (DTR (+ ang tetha)) SB)
) ;setq
) ;progn
) ;if
(setvar “osmode” 0)
(command “line” PTD1 PTD2 “”)
(command “line” PTD3 PTD4 “”)
(command “arc” “c” PTD PTD1 PTD3)
(command “arc” “c” PTD PTD2 PTD4)
(setvar “osmode” oldOsnap)
(princ)
) ;defun
(princ)
Center of gravity merupakan informasi titik acuan keseimbangan yang sangat diperlukan untuk proses material handling. Dimana titik ini adalah cikal bakal untuk peletekan lifting lug dan pembuatan packing skid. Inilah kawan mengapa kita memerlukan gambar dalam bentuk 3D dimana jikalau menggunakan 2D sangat sulit untuk mendapatkan akurasi yang tepat untuk titik tersebut.
Untuk mendapatkan COG di assembly kita dapat menggunakan feature yang berada di tab view panel Visibility. Perhatikan gambar dibawah ini :
Nah yang menjadi permasalahan adalah bagaimana cara menampilkannya digambar kerja karena feature ini tidak tersedia dalam bentuk icon pada dashboard Inventor di drawing environment. Berikut kita akan coba bahas cara menampilkannya di drawing/gambar kerja. Berikut langkah-langkahnya :
Buat rekan-rekan yang bekerja di fabrikasi dan steel structure pasti berhubungan dengan potongan2 profile baja. Nah iDraf menawarkan satu solusi jitu untuk mempercepat pekerjaan dan menyelesaikan proses pembuatan cutting list menggunakan kombinasi coding LISP dan Dynamic Block. Buat rekan2 yang berminat bisa menghubungi saya di udaaf@yahoo.co.id.
Coding tergolong berbayar. Untuk satu PC di kenakan Rp. 200.000,- . Untuk ketentuan lebih lanjut bisa via Japri.
Berikut hasilnya :
The mountain is always tallest when you’re standing at the bottom
Posted: Agustus 17, 2011 in BerbagiSebuah ungkapan yang menggelitik saya untuk menulis di blog ini. Ungkapan itu adalah “The mountain is always tallest when you’re standing at the bottom”. Ungkapan ini terasa mengena sekali dimana kadang kala kita merasa berat untuk menimba ilmu. Ketika melihat orang lain mahir kita menjadi minder untuk mempelajari sesuatu dan pada saat awal memulai semua akan terasa sulit tercapai. Hmmmmmmm manusiawi memang
. Namun ada satu lagi pepatah arab yang mengatakan :
“Tujuan akan tercapai jikalau kita terus berjalan”. Entah jatuh bangun, frustasi dan mungkin rasa untuk meninggalkannya. Akan tetapi jikalau kita terus berjalan maka kita akan sampai di tujuan.
Bercerita tentang pengalaman awal saya mempelajari AutoLISP berawal dari sebuah buku di salah satu toko buku ternama saya coba lihat bahasa pemrograman tersebut. Bolak-balik rasa tak mampu untuk memahami bahasanya dan akhirnya sempat ditinggal entah berapa tahun lamanya. Ketika melihat kawan mampu membuat sebuah bahasa pemrograman LISP yang dijalankan dengan AutoCAD mulailah hati ini tergelitik, terbersit kembali hasrat untuk mempelarinya. Website yang sangat membantu untuk memahami LISP adalah http://www.afralisp.net/index.php. Perlahan tapi pasti misteri mulai terungkap, pelan-pelan bahasa tersebut mulai bisa dipahami. Bagaimana cara membuat dan membacanya. Pada akhirnya saya bisa membuat beberapa program sederhana menggunakan AutoLISP. Senang, bangga tentulah iya. Untuk memperdalamnya saya coba ikut dan membaca beberapa file LISP di cadtutor.net.
Pada akhirnya semua mulai terasa mudah. Dan satu yang membanggakan adalah ketika memberikan Training AutoLISP untuk kawan-kawan Mc Dermott di Batam Center. Asal anda tahu pada waktu itu pemahaman saya tentang LISP belumlah seberapa. Tapi adalah sebuah ungkapan bagi para trainer. “Kita Mengetahui Materi Beberapa Hari Sebelum Peserta”. Hahaha dan berhasil. Itulah kenangan manis saya belajar AutoLISP kawan. Dan satu ungkapan dari saya “Coba dan Teruslah Mencoba”. Walaupun anda harus jatuh bangun mengejarnya.
Salam,
Afri
Kadang kala kita menemukan gambar kerja yang berbentuk miring akan tetapi kita ingin membuat geometry yang parallel terhadapat bidang miring tersebut. Sebenarnya kita bisa menggunakan polar angle untuk memecahkan permasalahan ini akan tetapi terlihat kurang efisien karena kita harus mengetahui derajat atau melihat posisi ucs yang miring sehingga agak kurang nyaman dipandang. Nah pada kesempatan ini saya coba berbagi bagaimana memutar tampilan UCS pada bidang miring menjadi sumbu koordinat seperti halnya pada WCS. Berikut link Video nya





